Senin, 18 Juli 2011

lukisan hati seorang suami

Penulis : Abu Naya As-Saalik

telah engkau tinggalkan cemburu
disudut kamar yang gelap
telah engkau hanyutkan duka
pada sungai kecil yang mengalir dari netramu
telah engkau hapus gundah gulanamu
pada sajak sajak cinta yang engkau pahat direlung hatimu..
telah engkau kuatkan hatimu
pada gurat gurat rindu yang membayang di keteduhan parasmu...
dan telah engkau bulatkan tekadmu untuk bertahan
karena rasa cintamu kepada Dzat yang menggenggam jiwamu...

wahai kekasih.....
telah engkau lukiskan setiap reportase perjuanganmu
dalam senyum, desah dan helaan nafasmu yang penuh kehangatan
telah engkau kabarkan lewat temaramnya senja
tentang segala catatan hati mu
yang terhampar disetiap jengkal sajadah
dalam tahajud dan sujud panjangmu..

kelak...
akan aku adukan kepada Tuhanku..
bahwa senyummu telah membawaku terbuai dalam simfoni asmara...
bahwa cintamu telah meluruhkan buruknya nafsuku..
bahwa sayangmu telah menuntunku ketempat penuh asa..
bahwa keikhlasanmu telah menghancurkan kristal khianat dalam diriku
dan.... bidadari surga pun cemburu kepadamu...
****
(untuk istriku tercinta, sungguh aku teramat rindu...
maaf atas banyaknya luka yang aku torehkan dihatimu..
maaf karena kebersamaan bagi kita begitu mahal harganya...
maaf karena sedikit sekali waktu yang kupunya, bahkan untuk sekedar mendengarkan buah hatimu belajar berceloteh...
maaf karena engkau lebih banyak sendiri saat menghadapi “desperates moment”...

maaf..... karena untuk semua hal yang telah engkau hadirkan padaku..
aku hanya mampu menggenggam jemarimu dalam tatihnya langkahku...
..........
; dan bidadari syurga pun cemburu kepadamu...)

Palembang-17 Juni 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes